Paring Guling - Satu lagi rumah warga Desa Paring Guling, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, mendapatkan bantuan bedah rumah dari Kapolres Tapin. Ibu Karmi (66 tahun), yang tinggal di RT.001 Desa Paring Guling, merupakan seorang lansia yang bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan makan dirinya dan cucunya yang masih duduk di kelas 2 SD.

Ibu Karmi sangat bahagia karena rumahnya diperbaiki. "Hanya terima kasih yang bisa saya ucapkan kepada Polda Kalimantan Selatan, Polres Tapin, Polsek Bungur, serta semua pihak yang terlibat, termasuk Bhabinkamtibmas, Kepala Desa beserta perangkatnya, Ketua RT, RW, kerabat, dan tetangga yang ikut serta dalam kegiatan ini," tutur Ibu Karmi pada Jumat (26/5).
Kepala Desa Paring Guling, Fathurrahman, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolres Tapin, Polsek Bungur, dan semua pihak yang terlibat dalam bantuan bedah rumah ini untuk warganya di RT.001 Desa Paring Guling. "Melalui kebersamaan ini, terlihat keakraban yang sangat erat antara warga dan pihak kepolisian, mulai dari pembongkaran hingga penyelesaian pelaksanaan," ujar beliau.
"Mudah-mudahan melalui bantuan bedah rumah ini, keakraban antara masyarakat dan pihak kepolisian terus terjalin secara harmonis. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut di masa yang akan datang, khususnya di Kecamatan Bungur. Semoga apa yang telah diberikan kepada warga kami ini mendapatkan pahala sebesar-besarnya bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ini," tambah beliau.

Program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Polsek Bungur merupakan bentuk Sense of Humanity atau rasa kemanusiaan dalam membantu orang-orang yang kurang mampu di sekitarnya, serta menjalankan arahan dari Kapolda Kalimantan Selatan untuk menjadi proaktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bakti sosial, bedah rumah, dan sejenisnya.

Pemilihan rumah Ibu Karmi sebagai penerima bantuan ini dikarenakan kondisi rumahnya yang tidak layak huni. Saat musim hujan, air hujan masuk ke dalam rumah Ibu Karmi karena atapnya bocor dan dinding rumah sudah lapuk.
Pengerjaan bedah rumah tersebut memakan waktu sekitar 7 hari dan telah mencapai progres 100% selesai. Sekarang, Ibu Karmi tidak takut lagi saat hujan karena rumahnya sudah diperbaiki sehingga layak huni.